.quickedit{ display:none; }
dari Devy oleh Devy untuk teman-teman ^_^
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Maret 2017

Flavy Craft di Balik Layar ANTv

Senang sekali rasanya jika ada media televisi yang berminat untuk meliput bisnis kita. Karena jujur aja, saya kadang merasa apa yang saya kerjakan ini adalah hal yang biasa saja, umum dan sudah banyak juga yang mengerjakan hal yang serupa seperti saya. Tapi kalau media masih berminat melirik dan meliput saya,  sungguh ini adalah kesempatan yang patut saya syukuri.

Seperti biasa, pihak media TV itu kalau menghubungi untuk peliputan selalu dadakan. Hehehe...tapi saya juga maklum dengan jadwal kerja dan target liputan mereka. Kali ini untuk ANTv, saya dihubungi tanggal 22 Februari 2017, maunya diliput hari itu juga..lhaaa...mana bisa saya? Stok display aja sedikit sekali dan saya tidak punya ruang usaha. Bisnis saya hanya kelas rumahan ala ibu rumah tangga. Hehehe....akhirnya setelah kita diskusikan kembali, kita sepakat untuk peliputan 11 Maret 2017. Lumayan lah ya...saya masih punya kesempatan untuk menyediakan stok dan menyelesaikan beberapa pesanan yang sudah ditunggu jadwalnya oleh para customer saya.

Nah ini sebagian dari candid camera selama aktifitas peliputan hari ini:




Terima kasih Tim Liputan ANTv. Keep 3..2..1..Roll ^_^

More.....

Minggu, 22 Januari 2017

Flavy Craft di Balik Layar Net TV

Selamat Tahun Baru 2017!!! :)

Baru 20 hari an terjalani di tahun 2017, saya sudah mendapat berkat yang sungguh patut disyukuri. Usaha Flavy Craft saya lebih berkembang lagi dan buahnya setelah 5 tahun saya berkarya, akhirnya kesempatan untuk diliput salah satu media televisi pun tercapai. Senang dan bangga, itu sudah pasti. Berpikir untuk pengembangan selanjutnya, itu juga harus mulai lebih serius dipikirkan untuk direalisasikan. Saya percaya bahwa untuk segala sesuatunya pasti ada waktunya.

Tidak ada sesuatu yang sia-sia dan tidak ada sesuatu yang terjadi hanya karena kebetulan. Seperti yang saya alami. Sedikit ceritanya begini:
karena bekerja sendirian, seringkali saya terkendala oleh waktu dan tenaga. Akibat pesanan yang cukup banyak, membuat tenaga dan waktu saya hanya tercurah untuk  mengerjakan pesanan customer saja. Saya tidak punya kesempatan untuk membuat stok. Kadang jika jenuh melanda, saya juga seperti orang yang super iseng membuat ini dan itu tanpa tujuan yang jelas dan hasilnya hanya saya kumpulkan dalam 1 keranjang dan saya enggan untuk menjualnya. Sebagai perajut, benang adalah surga dunia saya. Setiap melihat benang bagus pasti ingin membeli tanpa tau mau dibuat apa. Kadang menyesal juga sih karena merasa sia-sia buang duit. Tapi sekarang semuanya terjawab sudah.....dah saya tidak menyesal lagi tapi malah mensyukurinya. Hehehehe...dasar manusia ya???

Kenapa bersyukur? Iya, karena ternyata semua hasil karya iseng yang awalnya saya anggap sia-sia akhirnya sangat terpakai untuk sesi peliputan media ini!!! hahaha....leganyaaaa......

Semua stok yang tadinya saya kumpulkan dalam 1 keranjang saya keluarkan semua untuk dijadikan display.




Kronologi singkatnya: tgl 13 Januari 2017 saya dihubungi pihak media tv untuk menanyakan apakah saya bersedia untuk diliput perihal usaha Flavy Craft saya. Setelah semuanya jelas dan kami sudah bertemu untuk berdiskusi, jadilah diputuskan untuk interview dan pengambilan gambar tgl 21 Januari 2017. Lumayan capek karena harus beres-beres dan tentu saja merajut super kilat untuk tambahan stok display. Waktu shooting kurang lebih 4 jam, sedikit panas udaranya, tapi semuanya berjalan lancar dan menyenangkan karena kru nya baik, telaten, sabar dan menyenangkan. 

Sekarang tinggal menunggu waktu tayangnya di Net TV. Semoga tidak terlalu lama dan editannya bagus...hahahaha....Terima kasih Mbak Aulia dan Mas Dimas. Terima kasih sudah tertarik dan memilih Flavy Craft untuk liputannya. 






More.....

Sabtu, 20 September 2014

Hobby yang Dibayar

Lama saya tidak menulis di blog pribadi, tiba-tiba teringat dan terbersit satu judul yang ingin saya bagikan selama saya mengibarkan bendera Flavy Craft ^_^

Apa saja yang saya kerjakan?
Sesuai pengalaman pribadi, bahwa selama ini saya bekerja sendiri, mengerjakan hobby saya yaitu jahit menjahit, mulai dari belanja bahan, mencari inspirasi dan ide kreatif, menggambar pola, mengeksekusi bahan, mewujudkannya dalam bentuk hasil karya yang spektakuler (hehehe...), menghitung harga jual terbaik jika itu hasil karya terbaru, membereskan sampah-sampah setelah pengerjaan pesanan, mendokumentasikan hasil karya, packing, telpon ke agen JNE langganan supaya mengambil paket yang hendak dikirim, mengecek transferan pemesan, mencatat pembukuan, mengupdate hasil karya di blog Flavy Craft dan Facebook Flavy Craft dan menepati jadwal yang sudah dibagikan ke para pemesan sehingga profesionalisme waktu tetap terjaga sambil merespon setiap sms/bbm/message di facebook dari calon pemesan.......ppppfffiiiuuuh......sepertinya super sibuk ya? Itu semua saya kerjakan sendiri! Sempat ada 1 karyawan yang membantu tapi sekarang sudah berhenti dan agak sulit memang untuk mencari penggantinya karena tidak semua orang bisa bekerja dengan hati.

Apa pentingnya bekerja dengan hati?
Penting banget.....karena seperti rangkaian pekerjaan yang saya kerjakan jika saya tidak bekerja dengan hati, dijamin saya bakalan stress, tidak menemukan manfaatnya dan tidak akan bertahan lama. Itu di sisi saya. Pelanggan juga akan merasakan dampaknya jika kita tidak bekerja dengan hati. Mereka akan merasakan ketidak nyamanan karena respon kita yang kurang ramah, jadwal yang tidak profesional dan hasil karya yang asal-asalan. Itulah mengapa banyak motivator menyarankan sebaiknya kita bekerja dengan hati sesuai passion kita.

Apa maksudnya sesuai passion?
Passion itu secara gamblang bisa dibilang sama dengan kesukaan atau hobby. Bayangkan saja betapa bahagianya kalau kita mengerjakan hobby dan plus dibayar!

Hobby yang dibayar!
Yup! Itulah yang saya kerjakan sekarang dengan bendera Flavy Craft. Semua itu hanya sekedar hobby yang selalu saya kerjakan di waktu luang saya setiap hari dan saya diapresiasi oleh penggemar karya-karya saya dengan cara dibayar! Buah dari semuanya itu Flavy Craft bisa menjadi mesin uang saya, saya bahagia karena tidak bekerja di bawah tekanan dan saya bisa menikmati hasil kerja keras saya dengan nyaman.

Sesibuk apapun dan sekesal apapun, jika kita mengerjakan sesuatu yang akhirnya membuat kita happy dan tidak merasa kerepotan, itulah hobby kita! 

Segera temukan hobby kalian, kerjakan dengan tekun, pikirkan sisi wirausahanya, gali potensinya, cari ide kreatifnya niscaya berkat Tuhan akan melimpah atas pekerjaan kita. Ora et Labora ~ Berdoa dan Bekerja.

Let's do it to "duit" ^_^

More.....

Kamis, 26 Juni 2014

Tips Menyiasati Kompetitor

Dalam dunia usaha kita tidak bisa menghindari yang namanya kompetitor atau pesaing. Tidak perlu fobia dengan mereka, ambil positifnya saja bahwa dengan adanya kompetitor seharusnya bisa memacu kreatifitas dan keseriusan kita untuk tetap fokus dalam bisnis yang kita geluti.

Akhir-akhir ini saya sering mendapat sms, pertemanan baru via BBM dan FB yang ternyata mereka adalah kompetitor selundupan. Mengapa saya sebut selundupan? Iya, karena mereka bertanya seolah-olah mereka mau pesan kreasi saya. Bahkan setiap saya pasang foto-foto kreasi terbaru saya mereka akan bertanya detail mulai harga, ukuran, dll. Saya pribadi tidak pernah gentar dengan kompetitor karena prinsip saya mereka tidak akan pernah bisa meniru persis kreasi saya karena tangan kami berbeda, kreatifitas kami berbeda dan passion kami berbeda. Alasan lainnya, saya punya ciri khas yang tidak bisa mereka tiru dan lokasi kami yang berbeda membuat sumber daya dan pangsa pasar saya juga tidak mungkin bisa dibajak dengan mudah.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam menghadapi kompetitor, saya ingin berbagi beberapa tips untuk menyiasati kompetitor, antara lain:

1. Jangan galak
Cari info balik dari mereka terutama untuk hal yang merupakan kekurangan dari bisnis Anda

2. Belajar
Pelajari kelebihan mereka dari berbagai sumber agar ilmu Anda lebih baik dari mereka

3. Kreatif
Beri sentuhan kreatifitas Anda sehingga hasil akhirnya tetap menunjukkan ciri khas Anda

4. Jiwa besar 
Jangan takut untuk berbagi ilmu/info dengan mereka sejauh itu bukan rahasia bisnis Anda 

5. Fokus
Tetap fokus di bidang Anda, jangan terpancing dengan kelebihan mereka yang bukan bidang Anda

Semoga bermanfaat ya...tetaplah berkompetisi dengan sehat dan cerdas ^_^

More.....

Rabu, 08 Januari 2014

Flavy Craft Mesin Uangku

Bersyukur luar biasa! 
Mengawali usaha craft di tahun 2012, setelah melewati tahun kedua ini Flavy Craft berhasil membukukan total transaksi lebih dari 100 transaksi dengan omset 8 digit ^ _ ^
Bagi teman-teman yang punya talenta di bidang kerajinan tangan, jangan ragu untuk menjadikan talentanya sebagai mesin uang. 
Kunci utamanya hanya niat serius, usaha kreatif dan tekun. Kunci tambahannya antara lain manajemen waktu dan pengerjaan yang baik.

Mungkin pengalaman saya ini bisa dijadikan penyemangat untuk teman-teman, bahwa bisnis craft saya tidak perlu ruang usaha khusus (hanya di rumah), karyawan hanya 1 (itupun honorer) dan sistem penjualan hanya online 99% (karena kebetulan saya bukan tipe ibu-ibu yang suka arisan...hehehe...)

Bagaimana caranya?
Mudah saja, saya hanya disiplin dengan waktu. Jam kerja saya seperti orang kantoran. Senin sampai Jumat mulai jam 9 pagi sampai 5 sore. Itu benar-benar saya terapkan secara "keras" sehingga saya tidak perlu begadangan (lembur). Saya juga ibu rumah tangga dengan 3 anak, sehingga saya juga masih tetap harus berbagi waktu dengan keluarga. Ada kewajiban mengantar jemput sekolah anak-anak saya dan membantu mereka mengerjakan PR dan belajar saat ada ulangan, juga memasak. Karenanya saya harus super disiplin untuk urusan waktu agar keluarga tetap diperhatikan, customer terlayani dengan baik dan pekerjaan tidak terganggu. 
Saya selalu mengandalkan agenda harian untuk rutinitas saya. Tujuannya adalah sebagai acuan target kerja saya sehari itu. Target waktu tentu saja saya sesuaikan dengan realita waktu rutinitas saya. Positifnya dengan agenda tersebut saya bisa memberikan jadwal yang tepat kepada setiap customer saya pada saat customer pesan.

Kesannya kaku ya? Tidak juga...karena justru dengan disiplin waktu dan manajemen yang baik saya tidak stress dalam bekerja, tetap punya "me time" , tetap bisa liburan bersama keluarga, tetap bisa makan 3 x  sehari (alias tidak sampai telat makan...hehehe...) dan tetap bisa rutin mendapat penghasilan bulanan hanya dari bisnis craft ini.
Bukan sekedar teori, tapi pengalaman yang saya bagikan ini benar-benar nyata dan saya telah mengalami keberhasilan saya bersama Flavy Craft dengan cara di atas. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yaaa....

Semoga Flavy Craft semakin maju di tahun-tahun selanjutnya dan tetap semangat!
 
 

More.....

Sabtu, 18 Agustus 2012

Manajemen Waktu untuk Bisnis Handmade

Saat pesanan berlimpah, tenaga kurang, waktu terbatas rasanya seperti nyaris putus asa, jenuh dan kalau kurang suntikan semangat akan membuat kita stres dan berhenti di tengah jalan. Padahal sebetulnya asalkan kita mau mempelajari kemampuan diri kita sendiri dan mempelajari bagaimana kebiasaan rata-rata dalam kalender kerja kita selama setahun kita pasti bisa mengatasinya.Saya akan mencoba berbagi pengalaman khususnya dari pekerjaan saya sebagai crafter flanel(pengrajin produk-produk flanel) tunggal yang memakai sistem made by order (mengerjakan jika ada pesanan).

Saya mengerjakannya sendirian, tidak ada karyawan. Saya juga masih berbagi kesibukan dengan kegiatan rumah tangga rutin seperti memasak, mengantar & menjemput anak-anak sekolah, mendampingi anak-anak belajar dan tentunya menjadi pendamping & tempat berbagi untuk suami juga :) Tapi karena saya sangat menyukai segala yang berbau handmade dan saya ingin punya penghasilan sendiri, dengan segala konsekuaensinya saya ikhlas menerima berbagai suka duka dalam pekerjaan saya sebagai crafter tunggal. Bagaimana cara kerja saya? Bagaimana cara saya membagi waktu sebaik mungkin? Bagaimana memulainya? Tidak sulit jika kita mau menerapkan manajemen waktu yang konsisten dan disiplin.

Langkah 1: Saya buat daftar kerja harian/rutinitas saya mulai Senin - Minggu. Dari situ akan tampak hari apa saja dan jam berapa saja yang padat dan tidak bisa diganggu gugat. Dari situ saya juga bisa melihat hari apa saja dan jam berapa saja yang luang. Saya atur kembali waktu-waktu mana yang bisa saya buat seefisien mungkin agar tidak banyak waktu terbuang sia-sia dan saya juga tidak perlu mengorbankan waktu pribadi saya untuk pekerjaan. Misal: saya paling kosong setelah jam 2 siang. Sebelum jam 2 siang ada sela-sela waktu luang yang bisa saya manfaatkan untuk pekerjaan tapi harus siap "diganggu" aktifitas rutin seperti menjemput anak-anak pulang dari sekolah.

Langkah 2: Kemudian saya evaluasi kreasi-kreasi saya dan kesanggupan saya mengerjakan tiap satuannya dengan asumsi tidak ada "gangguan" apapun. Dari situ saya bisa mengetahui secara normal berapa hari saya sanggup menyelesaikan tiap satuan kreasi saya. Misal: saya sanggup mengerjakan topping flanel 50 pcs sehari (sudah saya sesuaikan dengan jadwal rutinitas harian saya)

Langkah 3: Saya tetapkan komitmen jam kerja saya setiap harinya. Misal: jam kerja saya Senin - Sabtu mulai 09:00 - 17:00 dengan toleransi lembur maksimal sampai jam 18:00. Minggu dan hari libur nasional 100% libur (tidak menyentuh pekerjaan sedikit pun).

Langkah 4: Saat ada pesanan masuk, saya catat apa jenisnya dan berapa jumlah pesanannya.Saya cek kalender, saya hitung mulai tanggal berapa saya bisa mengerjakannya dan tanggal berapa saya sanggup menyelesaikannya. Saya informasikan kepada pemesan tentang komitmen saya tersebut.

Langkah 5: Begitu kesepakatan tercapai, pesanan akan saya kerjakan sesuai komitmen. Jika kita disiplin pasti semua akan berjalan lancar, tepat waktu dan hasilnya pun bagus.

Selama ini saya menerapkan langkah-langkah tersebut untuk pekerjaan saya. Hasil positif yang saya peroleh untuk pekerjaan saya: pesanan tetap banyak dan terkontrol, pemesan puas dan lebih percaya dengan kita (tidak khawatir dan tidak perlu setiap saat menanyakan progres pekerjaan kita), hasil kerja tetap bagus dan rapi.

Hasil positifnya bagi saya pribadi: waktu saya untuk keluarga tetap ada dan utuh, kesehatan saya sekeluarga tetap terjaga, waktu istirahat saya juga tidak terganggu/terkurangi, tidak stress dan tetap semangat, dan.....pundi-pundi tetap terisi...hehehe...

Begitu lah teman-teman...sekedar pengalaman yang bisa saya bagikan. Intinya: KOMITMEN & DISIPLIN. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk kalian ya ^_^

More.....

Minggu, 29 Januari 2012

Modal Awal Memulai Usaha Flanel

Lagi pengen berbagi ke teman-teman yang mungkin lagi mencari alternatif usaha kreatif apa yang cocok untuk ibu rumah tangga atau mahasiswi. Mungkin apa yang akan saya sampaikan ini bisa menjadi inspirasi ya? Semoga......

Saya termasuk salah satu kategori pengusaha UKM alias Usaha Kurang Modal hehehe....padahal saya pengen dan butuh banget penghasilan tambahan yang multifungsi : bisa dikerjakan di rumah, pekerjaan itu saya sukai, saya bisa tetap dekat dengan keluarga, MODALNYA KECIL TAPI HASILNYA LUMAYAN MENYENANGKAN. Hmmm...semula cukup sulit dan lama juga sih dapet inspirasinya.

Seringkali kita itu tidak menyadari hobi kita itu apa dan apakah hobi itu bisa menghasilkan duit? Padahal sebetulnya hobi itu sudah jelas kelihatan. Makanya seringkali orang-orang yang sudah berhasil, khususnya ibu rumah tangga selalu bilang bahwa bisnisnya sekarang berawal dari hobi atau iseng. Begitu juga dengan saya. Oya, sebelumnya saya mau kasih tips juga nih untuk menemukan apa hobi kita. Kalau kita sendiri sulit menyadari, coba tanya ke suami / anak atau orang-orang terdekat kita lainnya. Biasanya mereka lebih tau karena mereka yang mengamati kegemaran kita sehari-hari. Setelah itu buat daftarnya (kalau kebetulan jawaban mereka beda-beda). Nah, selanjutnya...Anda sendiri yang memutuskan mana yang akan Anda tekuni!

Yup! Saya memulai usaha flanel juga berawal dari hobby dan ketidaksengajaan. Critanya begini nih:

Suatu hari, entah di bulan apa saya lupa, teman-teman anak bungsu saya(TK B) yang ulang tahun hampir tiap hari dalam beberapa minggu di bulan itu selalu ada saja. Saya sampai bingung milih kadonya. Lama-lama tekor juga sih karena sekali belanja kado minimal 25 ribu dapetnya juga cuma yang gitu-gitu aja. Malah kadang-kadang kado yang saya kasih bisa sama dengan goddie bag yang didapat. Hehehe...jadi ga surprise dan jadi malu juga kan?
Dua kali undangan yang pertama saya belikan kado di toko kado. Giliran yang ketiga nih...karena jatah "lain-lain" sudah habis saya mulai cari-cari ide yang bisa saya buat sendiri. Saya ubek-ubek tuh lemari kerja saya akhirnya saya nemuin tuh kain flanel dan perlengkapannya. Sebenernya itu sisa kain flanel yang dah 5 tahun ga terpakai. Soalnya dulu waktu hamil anak saya yang bungsu ini saya hobi banget bikin kreasi-kreasi handmade gitu. Setelah dia lahir, saya lebih banyak ngerjain cross stich (menyulam) karena lagi pengen bikin pigura-pigura kreasi cross stich saya untuk dekorasi rumah kami.

Akhirnya, mulailah saya bikin kreasi boneka Angry Bird. Undangan berikutnya...toples hias Angry Bird. Berikutnya boneka Angry Bird...(Angry Bird mulu ya? boseeennn...). Lanjutttt toples hias model replika cake (toplesnya kebetulan masih punya sisa pas bikin-bikin kue dulu). Naaah....ini dia...akhirnya saya menemukan "keahlian" saya, yaitu TOPLES REPLIKA CAKE FLANEL.

Kebiasaan saya, selalu membuat dokumentasi dari setiap hasil kreasi saya dan saya upload ke Facebook dan profil Blackberry saya. Mulai deh....keliatan responnya...Termasuk juga dari orang tua teman-teman anak saya yang saya kado kreasi flanel saya itu pada nanya, "Bikin sendiri ya?" hmmm...dengan tersipu saya jawab,"iyaaa..."

Jadilah promosi tanpa bayar biaya promosi! hehehe...mulai pesanan mengalir...dan langsung deh saya jadikan bisnis dan saya siapkan semua perlengkapan bisnisnya.

Saat menerima pesanan pertama, stok bahan saya mulai habis dan kurang lengkap lagi, jadilah saya belanja bahan di Pasar Pagi Mangga Dua demi memenuhi order pertama saya. Belanjaannya: kain flanel 8 warna saja (@ 1/4 meter) (maklumlah...UKM kan? hehehe...), pita dan dakron. Cuman abis Rp 58,000.- aja loh....dan itu bisa jadi 3 toples! Lebih malah...cuman karena pesennya 3 ya cukuplah segitu.

Pesanan dibayar melebihi seluruh modal awal (yaaa...netto bisa 2x modal awal gitu deh). Trus dapet pesenan lagi, belanja lagi....dapet lebihan lagi (alias keuntungan...) begitu lah seterusnya sampai sekarang. Puji Tuhan....:)

Begitulah teman-teman pengalaman saya memulai dan merintis usaha flanel saya ini. Nanti di artikel berikutnya saya akan coba kupas lagi ya tips-tipsnya supaya usaha flanel kita eksis dan bagaimana menjadikan kreasi kita best seller dan berkesan bagi pemesan.

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi ya! ^_^

Happy felting!!! ^_*

More.....

Selasa, 24 Januari 2012

Sistem Manajemen Usaha Kerajinan Flanel

Apapun usaha yang kita tekuni sebaiknya dari awal harus ada sistem manajemen sehingga bisnis kita bisa terkontrol dengan baik. Selama ini bisnis yang saya tekuni adalah di bidang fashion, dimana barang jadi saya ambil dari supplier dan stok barangnya mudah dimonitor. Setiap transaksi penjualan dan pembelian dengan mudah bisa saya kontrol walaupun saya serahkan ke karyawan. Sistem kode juga mudah dan jelas.

Namun saat saya sebagai produsen kerajinan flanel, saya sempat bingung untuk menentukan sistem yang terbaik yang bisa saya terapkan dalam bisnis saya ini. Kebingungan saya lebih-lebih dalam hal manajemen stok bahan dan pembukuannya serta menanggulangi pesanan yang masuk.

Kendala yang saya alami, pernah beberapa kali di awal-awal saya memulai usaha kerajinan flanel ini saya kewalahan menerima pesanan yang masuk dalam waktu bersamaan padahal jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi karena masih baru, ya jadilah cukup grogi karena inginnya bisa memuaskan semua pelanggan. Padahal saya tau bahwa proses pengerjaannya tidak mungkin bisa cepat. Pernah juga saya sudah terlanjur menyanggupi pesanan seorang pelanggan ternyata saat saya mau mengerjakan bahannya ada yang kurang...hiks..hiks..:( jadi panik deh karena dikejar deadline). Hal lain tapi penting dan bisa dibilang "nyawa" dari setiap bisnis yaitu menentukan harga jual yang layak dan wajar untuk produk kita. Hmmmm....ini dia, kadang-kadang hasil kreasinya memang terlihat kecil dan sederhana tapi proses pengerjaannya lumayan ribet...pengen dikasih harga 4 digit inget susahnya ngerjain 1 produk tersebut jadi nggak ikhlas..hehehe...tapi mau dihargain 5 digit koq ya jadi kasihan sama yang beli...hehehe...

Setelah saya pelajari semua kelemahan-kelemahan saya, akhirnya saya menemukan "formula" yang saya terapkan sampai sekarang dan so far so good!!! Begini nih yang saya terapkan, siapa tau bisa teman-teman terapkan juga ya? Disimak yuk!

Flanel itu keunikannya ada di warnanya yang macam-macam dan cerah ceria. Warnanya kadang juga beda-beda tipis dari tiap produsennya atau toko penyedianya. Akan bermasalah kalau misalnya pas tengah-tengah kita membuat suatu kreasi trus kehabisan bahan flanel warna tersebut, kita mesti ke toko bahannya untuk beli lagi kan? Nah supaya warnanya sama persis, saya buat sendiri "Indikator Warna" untuk mempermudah kita mencari bahan flanel dengan warna yang sama dengan yang kita butuhkan. Saya menyebutnya "Indikator Warna" dan bentuknya seperti ini nih:



Masalah stok bahan, gampang-gampang susah nih, karena hampir semua bahan kerajinan tangan satuannya adalah meter, rol, pak, dsb. Pemakaiannya juga tidak selalu tiap kreasi menghabiskan 1 satuan bahan. Akhirnya akan sedikit sulit untuk memonitor stok bahan baku tersebut. Sesuai kondisi saya, akhirnya saya buat pakai kartu stok untuk tiap-tiap bahan dan keluar masuknya stok sebisa mungkin saya update jika tiap satuan terkecil sudah habis. Contoh : Saya punya stok awal pita satin warna merah 3 rol. Kalau sudah terpakai 1 rol, saya update kartu stoknya sehingga stok saya kini sisa 2 rol. Saya juga menetapkan buffer stock untuk tiap-tiap bahan sesuai dengan sering tidaknya bahan-bahan tersebut saya gunakan. Buffer stock itu maksudnya jumlah stok tertentu yang jadi batasan "peringatan" buat kita untuk segera beli lagi sebelum kehabisan. Untuk pita, misalnya, buffer stock saya 1 rol, sehingga jika saat sisa stok saya 1 rol, saya mulai siap-siap untuk beli lagi. Kartu stok saya seperti ini:


Masalah menerima pesanan, saya memberlakukan sistem "waiting list" hehehe...keren kan? Jadi kalau ada yang pesan, tidak peduli dia saudara kita atau teman dekat atau orang lain, kita berlakukan sistem DP. Karena dasarnya saya baru mengerjakan pesanan yang bersangkutan hanya apabila DP sudah saya terima. So...kalau sampai waktu giliran saya mengerjakan pesanannya tapi DP belum saya terima...ya terpaksa saya "skip" ke "waiting list" berikutnya yang sudah DP. Kesannya kejam kali ya? hehehe...tapi ya itu demi profesional kita dan efisiensi waktu.

Kalau tentang pembukuannya sih standar aja koq, sama seperti bisnis lainnya. Ada laporan penjualan, laporan pembelian, laporan kas. Cara manual ataupun komputerisasi sama saja yang penting kita disiplin membukukannya.

Oya, selain itu saya juga membuat "Katalog Kombinasi Warna" seperti ini:


dan membuat "Backup Pola" seperti ini:


Tujuan saya membuat Katalog Kombinasi Warna untuk mempermudah dan mempercepat memadu padankan warna saat saya ingin membuat suatu kreasi. Sedangkan Backup Pola saya buat untuk berjaga-jaga jika suatu saat pola saya ada yang hilang, saya bisa membuatnya lagi sama persis.

Yup! Begitulah kira-kira yang saya lakukan untuk kemudahan saya dalam menjalankan usaha kerajinan flanel saya. Semoga bisa menjadi inspirasi buat teman-teman yang berkecimpung di bisnis kerajinan tangan juga ya?

Selamat berkreasi! ^_^

More.....