More.....
Sabtu, 11 Maret 2017
Flavy Craft di Balik Layar ANTv
More.....
Minggu, 22 Januari 2017
Flavy Craft di Balik Layar Net TV
Selamat Tahun Baru 2017!!! :)
Baru 20 hari an terjalani di tahun 2017, saya sudah mendapat berkat yang sungguh patut disyukuri. Usaha Flavy Craft saya lebih berkembang lagi dan buahnya setelah 5 tahun saya berkarya, akhirnya kesempatan untuk diliput salah satu media televisi pun tercapai. Senang dan bangga, itu sudah pasti. Berpikir untuk pengembangan selanjutnya, itu juga harus mulai lebih serius dipikirkan untuk direalisasikan. Saya percaya bahwa untuk segala sesuatunya pasti ada waktunya.
Tidak ada sesuatu yang sia-sia dan tidak ada sesuatu yang terjadi hanya karena kebetulan. Seperti yang saya alami. Sedikit ceritanya begini:
karena bekerja sendirian, seringkali saya terkendala oleh waktu dan tenaga. Akibat pesanan yang cukup banyak, membuat tenaga dan waktu saya hanya tercurah untuk mengerjakan pesanan customer saja. Saya tidak punya kesempatan untuk membuat stok. Kadang jika jenuh melanda, saya juga seperti orang yang super iseng membuat ini dan itu tanpa tujuan yang jelas dan hasilnya hanya saya kumpulkan dalam 1 keranjang dan saya enggan untuk menjualnya. Sebagai perajut, benang adalah surga dunia saya. Setiap melihat benang bagus pasti ingin membeli tanpa tau mau dibuat apa. Kadang menyesal juga sih karena merasa sia-sia buang duit. Tapi sekarang semuanya terjawab sudah.....dah saya tidak menyesal lagi tapi malah mensyukurinya. Hehehehe...dasar manusia ya???
Kenapa bersyukur? Iya, karena ternyata semua hasil karya iseng yang awalnya saya anggap sia-sia akhirnya sangat terpakai untuk sesi peliputan media ini!!! hahaha....leganyaaaa......
Semua stok yang tadinya saya kumpulkan dalam 1 keranjang saya keluarkan semua untuk dijadikan display.
More.....
Sabtu, 20 September 2014
Hobby yang Dibayar
Kamis, 26 Juni 2014
Tips Menyiasati Kompetitor
Rabu, 08 Januari 2014
Flavy Craft Mesin Uangku
Sabtu, 18 Agustus 2012
Manajemen Waktu untuk Bisnis Handmade
Saat pesanan berlimpah, tenaga kurang, waktu terbatas rasanya seperti nyaris putus asa, jenuh dan kalau kurang suntikan semangat akan membuat kita stres dan berhenti di tengah jalan. Padahal sebetulnya asalkan kita mau mempelajari kemampuan diri kita sendiri dan mempelajari bagaimana kebiasaan rata-rata dalam kalender kerja kita selama setahun kita pasti bisa mengatasinya.Saya akan mencoba berbagi pengalaman khususnya dari pekerjaan saya sebagai crafter flanel(pengrajin produk-produk flanel) tunggal yang memakai sistem made by order (mengerjakan jika ada pesanan).
Saya mengerjakannya sendirian, tidak ada karyawan. Saya juga masih berbagi kesibukan dengan kegiatan rumah tangga rutin seperti memasak, mengantar & menjemput anak-anak sekolah, mendampingi anak-anak belajar dan tentunya menjadi pendamping & tempat berbagi untuk suami juga :) Tapi karena saya sangat menyukai segala yang berbau handmade dan saya ingin punya penghasilan sendiri, dengan segala konsekuaensinya saya ikhlas menerima berbagai suka duka dalam pekerjaan saya sebagai crafter tunggal. Bagaimana cara kerja saya? Bagaimana cara saya membagi waktu sebaik mungkin? Bagaimana memulainya? Tidak sulit jika kita mau menerapkan manajemen waktu yang konsisten dan disiplin.
Langkah 1:
Saya buat daftar kerja harian/rutinitas saya mulai Senin - Minggu. Dari situ akan tampak hari apa saja dan jam berapa saja yang padat dan tidak bisa diganggu gugat. Dari situ saya juga bisa melihat hari apa saja dan jam berapa saja yang luang. Saya atur kembali waktu-waktu mana yang bisa saya buat seefisien mungkin agar tidak banyak waktu terbuang sia-sia dan saya juga tidak perlu mengorbankan waktu pribadi saya untuk pekerjaan. Misal: saya paling kosong setelah jam 2 siang. Sebelum jam 2 siang ada sela-sela waktu luang yang bisa saya manfaatkan untuk pekerjaan tapi harus siap "diganggu" aktifitas rutin seperti menjemput anak-anak pulang dari sekolah.
Langkah 2:
Kemudian saya evaluasi kreasi-kreasi saya dan kesanggupan saya mengerjakan tiap satuannya dengan asumsi tidak ada "gangguan" apapun. Dari situ saya bisa mengetahui secara normal berapa hari saya sanggup menyelesaikan tiap satuan kreasi saya. Misal: saya sanggup mengerjakan topping flanel 50 pcs sehari (sudah saya sesuaikan dengan jadwal rutinitas harian saya)
Langkah 3:
Saya tetapkan komitmen jam kerja saya setiap harinya. Misal: jam kerja saya Senin - Sabtu mulai 09:00 - 17:00 dengan toleransi lembur maksimal sampai jam 18:00. Minggu dan hari libur nasional 100% libur (tidak menyentuh pekerjaan sedikit pun).
Langkah 4:
Saat ada pesanan masuk, saya catat apa jenisnya dan berapa jumlah pesanannya.Saya cek kalender, saya hitung mulai tanggal berapa saya bisa mengerjakannya dan tanggal berapa saya sanggup menyelesaikannya. Saya informasikan kepada pemesan tentang komitmen saya tersebut.
Langkah 5:
Begitu kesepakatan tercapai, pesanan akan saya kerjakan sesuai komitmen. Jika kita disiplin pasti semua akan berjalan lancar, tepat waktu dan hasilnya pun bagus.
Selama ini saya menerapkan langkah-langkah tersebut untuk pekerjaan saya. Hasil positif yang saya peroleh untuk pekerjaan saya: pesanan tetap banyak dan terkontrol, pemesan puas dan lebih percaya dengan kita (tidak khawatir dan tidak perlu setiap saat menanyakan progres pekerjaan kita), hasil kerja tetap bagus dan rapi.
Hasil positifnya bagi saya pribadi: waktu saya untuk keluarga tetap ada dan utuh, kesehatan saya sekeluarga tetap terjaga, waktu istirahat saya juga tidak terganggu/terkurangi, tidak stress dan tetap semangat, dan.....pundi-pundi tetap terisi...hehehe...
Begitu lah teman-teman...sekedar pengalaman yang bisa saya bagikan. Intinya: KOMITMEN & DISIPLIN. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk kalian ya ^_^
Minggu, 29 Januari 2012
Modal Awal Memulai Usaha Flanel
Lagi pengen berbagi ke teman-teman yang mungkin lagi mencari alternatif usaha kreatif apa yang cocok untuk ibu rumah tangga atau mahasiswi. Mungkin apa yang akan saya sampaikan ini bisa menjadi inspirasi ya? Semoga......
Saya termasuk salah satu kategori pengusaha UKM alias Usaha Kurang Modal hehehe....padahal saya pengen dan butuh banget penghasilan tambahan yang multifungsi : bisa dikerjakan di rumah, pekerjaan itu saya sukai, saya bisa tetap dekat dengan keluarga, MODALNYA KECIL TAPI HASILNYA LUMAYAN MENYENANGKAN. Hmmm...semula cukup sulit dan lama juga sih dapet inspirasinya.
Seringkali kita itu tidak menyadari hobi kita itu apa dan apakah hobi itu bisa menghasilkan duit? Padahal sebetulnya hobi itu sudah jelas kelihatan. Makanya seringkali orang-orang yang sudah berhasil, khususnya ibu rumah tangga selalu bilang bahwa bisnisnya sekarang berawal dari hobi atau iseng. Begitu juga dengan saya. Oya, sebelumnya saya mau kasih tips juga nih untuk menemukan apa hobi kita. Kalau kita sendiri sulit menyadari, coba tanya ke suami / anak atau orang-orang terdekat kita lainnya. Biasanya mereka lebih tau karena mereka yang mengamati kegemaran kita sehari-hari. Setelah itu buat daftarnya (kalau kebetulan jawaban mereka beda-beda). Nah, selanjutnya...Anda sendiri yang memutuskan mana yang akan Anda tekuni!
Yup! Saya memulai usaha flanel juga berawal dari hobby dan ketidaksengajaan. Critanya begini nih:
Suatu hari, entah di bulan apa saya lupa, teman-teman anak bungsu saya(TK B) yang ulang tahun hampir tiap hari dalam beberapa minggu di bulan itu selalu ada saja. Saya sampai bingung milih kadonya. Lama-lama tekor juga sih karena sekali belanja kado minimal 25 ribu dapetnya juga cuma yang gitu-gitu aja. Malah kadang-kadang kado yang saya kasih bisa sama dengan goddie bag yang didapat. Hehehe...jadi ga surprise dan jadi malu juga kan?
Dua kali undangan yang pertama saya belikan kado di toko kado. Giliran yang ketiga nih...karena jatah "lain-lain" sudah habis saya mulai cari-cari ide yang bisa saya buat sendiri. Saya ubek-ubek tuh lemari kerja saya akhirnya saya nemuin tuh kain flanel dan perlengkapannya. Sebenernya itu sisa kain flanel yang dah 5 tahun ga terpakai. Soalnya dulu waktu hamil anak saya yang bungsu ini saya hobi banget bikin kreasi-kreasi handmade gitu. Setelah dia lahir, saya lebih banyak ngerjain cross stich (menyulam) karena lagi pengen bikin pigura-pigura kreasi cross stich saya untuk dekorasi rumah kami.
Akhirnya, mulailah saya bikin kreasi boneka Angry Bird. Undangan berikutnya...toples hias Angry Bird. Berikutnya boneka Angry Bird...(Angry Bird mulu ya? boseeennn...). Lanjutttt toples hias model replika cake (toplesnya kebetulan masih punya sisa pas bikin-bikin kue dulu). Naaah....ini dia...akhirnya saya menemukan "keahlian" saya, yaitu TOPLES REPLIKA CAKE FLANEL.
Kebiasaan saya, selalu membuat dokumentasi dari setiap hasil kreasi saya dan saya upload ke Facebook dan profil Blackberry saya. Mulai deh....keliatan responnya...Termasuk juga dari orang tua teman-teman anak saya yang saya kado kreasi flanel saya itu pada nanya, "Bikin sendiri ya?" hmmm...dengan tersipu saya jawab,"iyaaa..."
Jadilah promosi tanpa bayar biaya promosi! hehehe...mulai pesanan mengalir...dan langsung deh saya jadikan bisnis dan saya siapkan semua perlengkapan bisnisnya.
Saat menerima pesanan pertama, stok bahan saya mulai habis dan kurang lengkap lagi, jadilah saya belanja bahan di Pasar Pagi Mangga Dua demi memenuhi order pertama saya. Belanjaannya: kain flanel 8 warna saja (@ 1/4 meter) (maklumlah...UKM kan? hehehe...), pita dan dakron. Cuman abis Rp 58,000.- aja loh....dan itu bisa jadi 3 toples! Lebih malah...cuman karena pesennya 3 ya cukuplah segitu.
Pesanan dibayar melebihi seluruh modal awal (yaaa...netto bisa 2x modal awal gitu deh). Trus dapet pesenan lagi, belanja lagi....dapet lebihan lagi (alias keuntungan...) begitu lah seterusnya sampai sekarang. Puji Tuhan....:)
Begitulah teman-teman pengalaman saya memulai dan merintis usaha flanel saya ini. Nanti di artikel berikutnya saya akan coba kupas lagi ya tips-tipsnya supaya usaha flanel kita eksis dan bagaimana menjadikan kreasi kita best seller dan berkesan bagi pemesan.
Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi ya! ^_^
Happy felting!!! ^_*
Selasa, 24 Januari 2012
Sistem Manajemen Usaha Kerajinan Flanel
Apapun usaha yang kita tekuni sebaiknya dari awal harus ada sistem manajemen sehingga bisnis kita bisa terkontrol dengan baik. Selama ini bisnis yang saya tekuni adalah di bidang fashion, dimana barang jadi saya ambil dari supplier dan stok barangnya mudah dimonitor. Setiap transaksi penjualan dan pembelian dengan mudah bisa saya kontrol walaupun saya serahkan ke karyawan. Sistem kode juga mudah dan jelas.
Namun saat saya sebagai produsen kerajinan flanel, saya sempat bingung untuk menentukan sistem yang terbaik yang bisa saya terapkan dalam bisnis saya ini. Kebingungan saya lebih-lebih dalam hal manajemen stok bahan dan pembukuannya serta menanggulangi pesanan yang masuk.
Kendala yang saya alami, pernah beberapa kali di awal-awal saya memulai usaha kerajinan flanel ini saya kewalahan menerima pesanan yang masuk dalam waktu bersamaan padahal jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi karena masih baru, ya jadilah cukup grogi karena inginnya bisa memuaskan semua pelanggan. Padahal saya tau bahwa proses pengerjaannya tidak mungkin bisa cepat. Pernah juga saya sudah terlanjur menyanggupi pesanan seorang pelanggan ternyata saat saya mau mengerjakan bahannya ada yang kurang...hiks..hiks..:( jadi panik deh karena dikejar deadline). Hal lain tapi penting dan bisa dibilang "nyawa" dari setiap bisnis yaitu menentukan harga jual yang layak dan wajar untuk produk kita. Hmmmm....ini dia, kadang-kadang hasil kreasinya memang terlihat kecil dan sederhana tapi proses pengerjaannya lumayan ribet...pengen dikasih harga 4 digit inget susahnya ngerjain 1 produk tersebut jadi nggak ikhlas..hehehe...tapi mau dihargain 5 digit koq ya jadi kasihan sama yang beli...hehehe...
Setelah saya pelajari semua kelemahan-kelemahan saya, akhirnya saya menemukan "formula" yang saya terapkan sampai sekarang dan so far so good!!! Begini nih yang saya terapkan, siapa tau bisa teman-teman terapkan juga ya? Disimak yuk!
Flanel itu keunikannya ada di warnanya yang macam-macam dan cerah ceria. Warnanya kadang juga beda-beda tipis dari tiap produsennya atau toko penyedianya. Akan bermasalah kalau misalnya pas tengah-tengah kita membuat suatu kreasi trus kehabisan bahan flanel warna tersebut, kita mesti ke toko bahannya untuk beli lagi kan? Nah supaya warnanya sama persis, saya buat sendiri "Indikator Warna" untuk mempermudah kita mencari bahan flanel dengan warna yang sama dengan yang kita butuhkan. Saya menyebutnya "Indikator Warna" dan bentuknya seperti ini nih:
Masalah stok bahan, gampang-gampang susah nih, karena hampir semua bahan kerajinan tangan satuannya adalah meter, rol, pak, dsb. Pemakaiannya juga tidak selalu tiap kreasi menghabiskan 1 satuan bahan. Akhirnya akan sedikit sulit untuk memonitor stok bahan baku tersebut. Sesuai kondisi saya, akhirnya saya buat pakai kartu stok untuk tiap-tiap bahan dan keluar masuknya stok sebisa mungkin saya update jika tiap satuan terkecil sudah habis. Contoh : Saya punya stok awal pita satin warna merah 3 rol. Kalau sudah terpakai 1 rol, saya update kartu stoknya sehingga stok saya kini sisa 2 rol. Saya juga menetapkan buffer stock untuk tiap-tiap bahan sesuai dengan sering tidaknya bahan-bahan tersebut saya gunakan. Buffer stock itu maksudnya jumlah stok tertentu yang jadi batasan "peringatan" buat kita untuk segera beli lagi sebelum kehabisan. Untuk pita, misalnya, buffer stock saya 1 rol, sehingga jika saat sisa stok saya 1 rol, saya mulai siap-siap untuk beli lagi. Kartu stok saya seperti ini:
Masalah menerima pesanan, saya memberlakukan sistem "waiting list" hehehe...keren kan? Jadi kalau ada yang pesan, tidak peduli dia saudara kita atau teman dekat atau orang lain, kita berlakukan sistem DP. Karena dasarnya saya baru mengerjakan pesanan yang bersangkutan hanya apabila DP sudah saya terima. So...kalau sampai waktu giliran saya mengerjakan pesanannya tapi DP belum saya terima...ya terpaksa saya "skip" ke "waiting list" berikutnya yang sudah DP. Kesannya kejam kali ya? hehehe...tapi ya itu demi profesional kita dan efisiensi waktu.
Kalau tentang pembukuannya sih standar aja koq, sama seperti bisnis lainnya. Ada laporan penjualan, laporan pembelian, laporan kas. Cara manual ataupun komputerisasi sama saja yang penting kita disiplin membukukannya.
Oya, selain itu saya juga membuat "Katalog Kombinasi Warna" seperti ini:
dan membuat "Backup Pola" seperti ini:
Tujuan saya membuat Katalog Kombinasi Warna untuk mempermudah dan mempercepat memadu padankan warna saat saya ingin membuat suatu kreasi. Sedangkan Backup Pola saya buat untuk berjaga-jaga jika suatu saat pola saya ada yang hilang, saya bisa membuatnya lagi sama persis.
Yup! Begitulah kira-kira yang saya lakukan untuk kemudahan saya dalam menjalankan usaha kerajinan flanel saya. Semoga bisa menjadi inspirasi buat teman-teman yang berkecimpung di bisnis kerajinan tangan juga ya?
Selamat berkreasi! ^_^
More.....







